Pendidikan

Dugaan Menghina Kampus UIR, Polisi akan Minta Keterangan Saksi Mahasiswa dan Alumni UIR

Beredar foto seorang wanita yang mirip dengan terduga penghina UIR, EO

linkarnews.com - GDugaan penghinaan atas institusi Universitas Islam Riau (UIR), penyelidik di Polda Riau akan minta keterangan saksi pelapor.

Dugaan penghinaan atas institusi Universitas Islam Riau (UIR) oleh seorang wanita berinisial EO di akun media sosial Facebook miliknya belum lama ini kini masih terus diselidiki pihak kepolisian.

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (DitresKrimsus) Polda Riau yang menerima laporannya belum lama ini dari alumni dan mahasiswa UIR akan mengagendakan pemeriksaan saksi pelapor.

Pemanggilan dari pihak saksi pelapor ini dilakukan sebagai langkah penyelidikan lanjutan, setelah Ditreskrimsus Polda Riau menerima laporan pengaduan atas kasus tersebut.

"Kita sudah berkomunikasi dengan pelapor, agendanya meminta keterangan, jadwalnya hari ini, tapi belum datang," ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Riau, Kombes Pol Gidion melalui Kasubdit II DitresKrimsus Polda Riau, AKBP Jon Ginting, Senin (17/9/2018).

Pemanggilan terhadap saksi pelapor dilakukan baru pertama kali oleh penyelidik.

Saksi Pelapor merupakan perwakilan mahasiswa dan alumni UIR yang secara resmi melaporkan EO ke Mapolda Riau.

Sementara untuk pemanggilan terlapor, yakni pemilik akun Facebook EO, akan diagendakan nanti.

"Terlapornya belum, kita agendakan selanjutnya," lanjutnya.

Sebelumnya, Sejumlah alumni dan mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR), Kamis kemarin melaporkan akun media sosial Facebook wanita berinisial EO ke Mapolda Riau.

Turut serta di antara mereka, Ketua Umum dewan pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Hukum Universitas Islam Riau (IKA-FH UIR), Aziun Asyhaari.

Laporan pengaduan ini dilakukan sebagai respon atas komentar EO di sapah satu status Facebook seseorang.

Celotehan itu dilontarkan EO menanggapi aksi unjuk rasa ribuan mahasiswa UIR beberapa hari lalu.

Komentarnya itu pun ramai ditanggapi warna net lainnya. (*)

Akun Facebook EO Hilang

Akun Facebook EO, menghilang setelah diduga telah menyebarkan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap Universitas Islam Riau (UIR).

Saat ditelusuri Tribunpekanbaru.com, Jumat (14/9/2018), akun Facebook EO sudah tak bisa ditemukan.

Akun Facebook EO telah dilaporkan pihak Universitas Islam Riau (UIR) ke Polda Riau terkait isi komentarnya yang dinilai sebagai ujaran kebencian dan penghinaan terhadap Universitas Islam Riau (UIR).

Dalam kolom komentarnya, akun Facebook EO menulis:

"Gak usah panik, macam gak tahu kualitas uir, cuma mahasiswa recehan kok. Kumpulan orang2 yg gk lulus diuniversitas incaran biasanya kebuangnya disini, or yang nilainya minus tapi ngotot kuliah biasanya ngumpul disini. anggap aja seperti kentut yg aromanya jg bakal ilang bentar lg. Aku kira dari universitas ternama yg demo, begitu tau itu uir ngakak sendiri."

Diduga komentar itu dituliskan akun Facebook EO, terkait aksi demo ribuan mahasiswa UIR pada Senin (10/9/2018).

Saat itu, ribuan mahasiswa melakukan longmarch dan menduduki gedung DPRD Riau.

Dalam aksi demonya, mereka menyerahkan surat petisi yang diterima Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau Noviwaldy Jusman, berisi 3 tuntutan terhadap pemerintah.

Yaitu pertama, meminta pemerintah pusat untuk menstabilkan perekonomian negara yang berimbas terhadap masyarakat menengah kebawah dan masyarakat Indonesia pada umumnya, kedua, pemerintah agar tidak membatasi hak demokrasi dan konstitusi bagi setiap warga negara Indonesia melalui kekuatan yang dimilikinya serta terakhir, untuk menuntaskan kasus PLTU Riau I yang menyebabkan kerugian negara dan telah menyengsarakan rakyat Indonesia.

Atas komentar akun Facebook EO yang diduga telah menyebarkan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap UIR, pada Kamis (13/9/2018), Zamroni, mahasiswa UIR melapor ke Ditreskrimsus Polda Riau.

Laporan Pengaduan tentang Adanya Dugaan Tindak Pidana ITE itu diterima Aiptu Hendri Joni SH.


Loading...

Loading...

[Ikuti LinkarNews.Com Melalui Sosial Media]






Loading...