Nasional

Koarmada I Gagalkan Penyelundupan Rokok Ilegal Senilai Rp 1,5 M

Penyelundupan Rokok Ilegal Senilai Rp 1,5 M di Riau Digagalkan/Foto: dok Koarmada I

 

linkarnews.com - Komando Armada (Koarmada) I menggagalkan penyelundupan 250 kardus berisi rokok ilegal di Kuala Enok, Riau. Dua orang pelaku ditangkap petugas. 

"Tim berhasil mengamankan barang bukti berupa speedboat mesin 300 x 4 merk mercury dengan muatan rokok sebanyak 250 kardus serta 2 orang pelaku," kata Pangkoarmada I Laksamana Muda TNI Yudo Margono dalam keterangan tertulis, Jumat (14/9/2018).

Baca juga: Kapal Berisi 1.200 Botol Miras Ilegal dari Singapura Ditangkap


Penangkapan berawal dari informasi adanya kapal mencurigakan dari Batam menuju Kuala Enok, Riau pada Selasa (11/9). Yudo mengatakan tim gabunga F1QR koarmada I dan Lanal Dumai langsung bergerak dengan menggunakan 3 speedboat menindaklanjuti informasi tersebut.

"Tim yang berada di perairan Kuala Enok dengan speedboat 1 mendengar suara pompong masuk dari arah laut menuju Kuala Enok. Pada saat itu juga salah satu tim meneropong pompong nelayan yang masuk di mana ternyata di sebelah pompong tersebut terdapat speedboat yang mencurigakan berjalan secara perlahan mengikuti pompong," ucap dia.

Yudo menjelaskan tim speedboat 1 pun langsung mendekati target dengan senyap. Dia menambahkan petugas langsung mengeluarkan tembak peringatan ke udara setiba di dekat target intaian.

"Setelah speedboat target atau sasaran berhasil dikuasai oleh petugas, selanjutnya dilaksanakan pemeriksaan di mana akhirnya ditemukan 2 orang pelaku yang bersembunyi di dalam terpal serta muatan yang diduga berisi barang ilegal," tambahnya.

Baca juga: Kakaktua Selundupan Dijual Rp 20 Juta/Ekor di Luar Negeri


Yudo menjelaskan dari hasil interogasi kedua pelaku total barang bukti rokok ilegal yang disita tersebut senilai Rp 1,5 miliar. Ada sebanyak 250 kardus berisi rokok ilegal yang disita.

"Muatan rokok sebanyak 250 kardus tersebut ditaksir total seharga Rp 1,5 Miliar dengan perhitungan 1 kardus seharga RP 4 juta sampai RP 4,5 juta," tambahnya 


Loading...

Loading...

[Ikuti LinkarNews.Com Melalui Sosial Media]






Loading...