Nasional

Misteri Pembunuhan Janda Cantik Ella Nurhayati

Ella Nurhayati

 

linkarnews.com - Hingga kini polisi masih menyelidiki kasus pembunuhan terhadap janda cantik Ella Nurhati yang juga pegawai BRI ini.

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar menemukan sejumlah fakta dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), rumah kontrakan korban Ela Nurhayati (42) di Kampung Pangragajian, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar Kombes Pol Umar Surya Fana mengatakan, dari keterangan saksi-saksi yang diinterogasi penyidik di lokasi kejadian, tidak ada tamu atau orang yang datang ke rumah korban sebelum pembunuhan terjadi. Selain itu, penyidik tidak menemukan kerusakan baik dipintu atau jendela rumah korban.

"Dari keterangan saksi-saksi, gak ada tamu yang datang ke rumah korban," kata Umar seperti dilansir SINDONews melalui sambungan telepon, Rabu (12/9/2018).

Umar mengemukakan, dalam kasus ini, pihaknya mem-back up penyelidikan kasus pembunuhan terhadap pegawai Bank BRI itu dari segi olah TKP oleh Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Ditreskrimum Polda Jabar. Sebab, peralatan Inafis Ditreskrimum lebih lengkap dibanding yang dimiliki Polres Cimahi.

"Inafis itu, seperti pengambilan sidik jari dan olah TKP, termasuk pengangkatan identifikasi orang (korban dan saksi). Jadi kami kemarin konsentrasi di situ," ujar Umar 

Dari olah TKP itu, ujar Umar, pihaknya mendapatkan sejumlah fakta. Saksi utama pembunuhan itu adalah MA, anak korban yang berkebutuhan khusus, mengidap autis. Saat ini, penyidik konsentrasi menggali informasi dari anak ini. Sementara, untuk menggali informasi dari MA tidak mudah.

Umar menyatakan, MA musti didampingi oleh ahli agar keterangannya bernilai dan berharga di muka hukum. Sebab, kalau diperiksa oleh penyidik saja, hanya berbentuk berita acara pemeriksaan (BAP) sebagai saksi tetapi tidak punya harga secara hukum karena tidak didampingi oleh ahli.

"Karena itu, hari ini penyidik Polres Cimahi dan Ditreskrimum Polda Jabar konsentrasi datang ke beberapa universitas yang memiliki ahli di bidang psikologi. Seperti, Unpad, Universitas Parahyangan ada Fakultas Psikologi juga. Maranatha juga. Begitu pun pemda (Pemkot Cimahi) karena punya fasilitas penampingan anak. Mereka mungkin linknya juga ada," tutur Dirreskrimum.

Para ahli ini, tutur Umar, akan melakukan observasi terlebih dulu. Setelah ahli menyatakan, MA siap dilakukan pemeriksaan, baru bisa diinterogasi oleh penyidik. "Selama interogasi pun, saksi (MA) akan didampingi oleh ahli (psikolog)," ungkap Umar.

Diketahui, sampai saat ini, pelaku pembunuhan sadis yang menghujamkan senjata tajam ke tubuh Ela Nurhayati, warga Kampung Pangragajian RT 03/09 Desa Kayu Ambon, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), belum terungkap. 

Korban Ela ditemukan tergeletak di ruang tengah rumah kontrakannya dalam kondisi mengenaskan. Tubuhnya bersimbah darah dan sebagian membasahi karpet dan lantai. Di sekujur tubuh korban terdapat 23 luka tikaman. 

Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian, diperoleh fakta, Selasa (11/9/2018) sekitar pukul 11.50 WIB, Deni tetangga korban melihat anak korban MA menangis sambil membawa handphone (HP) dan pakaian berlumuran darah di rumah korban Ela Nurhayati.

Selanjutnya, setelah membuka pagar kontrakan, saksi Deni melihat ke dalam rumah dan menemukan korban sudah kondisi tertelungkup berlumuran darah. Kemudian, saksi Deni memanggil Hari dan Mayor TNI Inf Agus yang saat itu hendak menuju mesjid dekat rumah korban untuk salat Zuhur.

Mereka kemudian melihat kondisi korban Ela Nurhayati sudah dalam keadaan meninggal dunia di ruang tamu rumah. Selanjutnya, saksi Hari menghubungi Polsek Lembang untuk melaporkan kejadian tersebut.

Petugas Polsek Lembang, kemudian meluncur ke lokasi kejadian. Sambil menunggu tim Inafis Polres Cimahi dan Inasif Ditreskrimum Polda Jabar, petugas polsek mensterilisasi TKP dengan memasang garis polisi. Setelah Inafis tiba, proses olah TKP pun dilakukan.

Petugas Polsek Lembang dan Polres Cimahi mengamankan satu buah senjata tajam (pisau dapur) berlumuran darah, sepasang sandal perempuan, dan dua HP milik korban dan anak korban.

Berdasarkan keterangan warga sekitar, korban Ela mengontrak sebuah rumuh di ujung gang. Korban merupakan seorang karyawati Bank BRI itu tinggal bersama anaknya usai bercerai.


Loading...

Loading...

[Ikuti LinkarNews.Com Melalui Sosial Media]






Loading...