Hukum

Selalu Ada Fee di Setiap Proyek

ilustrasi

 

linkarnews.com - Yoselin menyebut selalu ada fee atau timbal balik berupa uang di balik setiap proyek di Kendari, Sulawesi Tenggara. Komisaris PT Bangunan Inti Jaya itu mengaku tahu tentang hal itu dari suaminya, Hasmun Hamzah.

Hasmun merupakan mantan Direktur Utama PT Sarana Bangun Nusantara. Omongan Hasmun ke Yoselin bukan isapan jempol karena Hasmun pun memberikan fee untuk proyek yang ada di Kendari hingga akhirnya ditetapkan KPK dan divonis 2 tahun penjara.

"Iya, pernah diceritain sama Pak Hasmun, setiap proyek ada fee, tapi tidak tahu diserahkan siapa," kata Yoselin saat memberikan kesaksian dalam sidang lanjutan perkara suap di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (8/8/2018).

Hasmun divonis bersalah memberikan suap Rp 6,7 miliar ke ayah dan anak, Asrun dan Adriatma Dwi Putra. Saat itu, Asrun merupakan calon Gubernur Sulawesi Tenggara, sedangkan Adriatma menjabat sebagai Wali Kota Kendari.

Jaksa KPK kemudian membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) Yoselin yang isinya terkait titipan Rp 4 miliar dari seorang PNS Pemkot Kendari Laode Marvin pada suaminya. Namun Yoselin mengaku tidak tahu sumber uang itu.

"Saya tahu ada uang titipan, tapi nggak tahu siapa yang bawa," ucap Yoselin.

Selain itu, Yoselin mengamini pertemuan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Kendari Fatmawati dengan Hasmun. Yoselin mengaku Fatmawati kerap datang menemui suaminya.

Fatmawati memang sudah dijerat KPK sebagai tersangka dan telah duduk sebagai terdakwa. Dia diduga berperan sebagai perantara dalam kasus suap itu. 


Loading...

Loading...

[Ikuti LinkarNews.Com Melalui Sosial Media]






Loading...