Riau

Korupsi Bansos Bengkalis, Ada Selisih Perhitungan Antara Ditreskrimsus Polda Riau dan BPKP

ilustrasi Dana Bansos

linkarnews.com - Terdapat perbedaan perhitungan kerugian negara terdahap dugaan korupsi penyelewengan dana hibah bansos Kabupaten Bengkalis tahun 2012. Perbedaan perhitungan terjadi antara hasil dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan penyidik Direktorat Kriminal Khusus Polda Riau.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus), Kombes Gidion Arif Setiawan mengakui, adanya perbedaan perhitungan tersebut. Ia menyebutkan bahwa, kini pihaknya tengah melakukan verifikasi. "(Masih) verifikasi perhitungan kerugian negara," kata Gidion, Senin (28/5/2018).

Namun, dirinya tak dapat menyebutkan berapa angka pasti selisih perhitungan tersebut. 

"Selisihnya tidak terlalu banyak. Tapi perhitungan kerugian negara, audit BPKP dan di BAP (berita acara pemeriksaan) berbeda," sebutnya.

Dalam hasil audit BPKP Riau, kerugian negara dalam kasus korupsi yang menjerat beberapa anggota DPRD Bengkalis dan mantan Bupati Herliyan Saleh diketahui senilai Rp31.357.740.000.

Nilai ini, disebut Gidion berbeda dengan hasil vonis hakim atas para terdakwa sebelumnya. Karena perbedaan inilah, kemudian penyidik melakukan proses verifikasi.

Sementara dalam penyidikan lanjutan, diketahui penyidik telah menetapkan tersangka baru. Gidion menyebutkan, tersangka merupakan mantan legislator Bengkalis. "Iya mantan anggota DPRD (Bengkalis)," ujarnya.

Penetapan tersangka itu, merupakan tindak lanjut dari surat perintah penyidikan (sprindik) yang baru diterbitkan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau. Sprindik ini diterbitkan, berdasarkan pengembangan perkara yang telah menjerat delapan orang sebagai pesakitan.

Delapan orang ini telah menjalani persidangan dan dinyatakan bersalah. Adapun para pesakitan yang telah dijebloskan ke penjara adalah, mantan Ketua DPRD Bengkalis, Jamal Abdillah. Tersangka lainnya, yang merupakan mantan anggota DPRD Bengkalis periode 2009-2014, yakni Purboyo, Hidayat Tagor, Rismayeni dan Muhammad Tarmizi.

Selain itu, juga terdapat nama mantan Bupati Bengkalis, Herliyan Saleh dan Azrafiani Aziz Rauf selaku Kabag Keuangan Pemkab Bengkalis. Terakhir, Ketua DPRD Bengkalis periode 2014-2019, Heru Wahyudi. (***)


Loading...

Loading...

[Ikuti LinkarNews.Com Melalui Sosial Media]






Loading...