Serambi Islam

Jumlah Rakaat Sholat Sunnah Tarawih Sesuai Tuntunan Rasulullah

tarawih
 
linkarnews.com - Kisah sholat sunnah malam pada bulan Ramadan (sholat tarawih) pada zaman Rasulullah, pernah diriwayatkan oleh Ibnu Umar yang meriwayatkan “Rasulullah pernah keluar masjid pada malam hari untuk melaksanakan Qiyam Ramadhan (sholat tarawih) ke masjid, kemudian Rasulullah sholat bersama sahabat yang jumlahnya banyak, kemudian Rasulullah sholat lagi pada malam berikutnya (malam ke-2) hingga para sahabat dan jamaah yang ikutpun semakin banyak”. Pada malam berikutnya, malam ke-3 (sebagian meriwayatkan malam ke-4) Rasulullah tidak lagi pergi ke masjid untuk sholat seperti malam sebelumnya, padahal pada malam itu sudah banyak sahabat yang menunggu Rasulullah di masjid.
 
Baru kemudian keesokan harinya saat sholat subuh Rasulullah mengatakan kepada jamaah “sungguh aku melihat apa yang kalian perbuat”, maksudnya disini adalah para sahabat menunggu Rasulullah untuk sholat qiyamulail seperti malam sebelumnya tadi. Lalu Rasulullah meneruskan perkataanya, Aku tidak keluar sesungguhnya tidak ada yang melarangku untuk pergi ke masjid kecuali aku takut kalau turun wahyu yang mewajibkan atas sholat ini. Diriwayatkan dari sini lalu Rasulullah tidak pernah lagi melakukan sholat qiyamulail (sholat tarawih) di masjid sampai beliau wafat.
 
Riwayat mengenai sholat tarawih Rasululah oleh Ibnu Umar diatas tidak menjelaskan berapa jumlah rakaat yang dilakukan pada kala itu. Sedangkan yang meriwayat mengenai hitungan jumlah rakaat diriwayatkan oleh istri Rasulullah Siti Aisyah yang meriwayatkan:
 
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menambah jumlah raka’at dalam shalat malam di bulan Ramadhan dan tidak pula dalam shalat lainnya lebih dari 11 raka’at.” (HR. Bukhari no. 1147 dan Muslim no. 738)
 
Maksud dari hadits ini, Siti Aisyah hanya menyampaikan apa yang dia ketahui dari Rasulullah. Sepengetahuannya saja, bukan berarti Rasulullah selalu membatasi jumlah rakaatnya hanya 11 saja. Sekali lagi hanya sepengetahuan Siti Aisyah saja.
 
Dihadits lain riwayat Siti Aisyah juga, Rasulullah pernah di tanya sahabat secara spesifik mengenai berapakah jumlah rakaat sholat malam (sholat tarawih) itu wahai rasulullah? Kemudian Rasul menjawab
 
“Shalat malam adalah dua raka’at dua raka’at. Jika engkau khawatir masuk waktu shubuh, lakukanlah shalat witir satu raka’at.” (HR. Bukhari dan Muslim).
 
Dari hadits ini Rasul menjelaskan sebenarnya tidak membatasi jumlah bilangan rakaat sholat malam (sholat tarawih).
 
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa yang lebih afdhol jumlah rakaat sholat malam (tarawih) adalah yang sesuai diriwayatkan oleh Siti Aisyah, yaitu 11 rakaat tadi. Karena ini Rasul sendiri yang melakukan. Adapun yang berpendapat lebih dari 11 rakaat adalah pendapat yang juga merujuk pada riwayat hadits lainnya diatas tadi, yaitu
 
“Sholat malam itu dua rakaat, dua rakat”, tidak terbatas jumlahnya. Didalam ilmu hadits jika didapatkan antara perbuatan dan perkataan Rasulullah, maka yang lebih kuat untuk diikuti adalah perkataannya, karena jika perbuatan Rasul bisa jadi itu pengkhususan untuk dirinya sendiri. Jadi disini tidak ada masalah terhadap jumlah rakaat sholat tarawih itu sendiri. 11 rakaat atau lebih sama-sama dibenarkan Rasulullah. Wallahu A’lam Bishawab./Q*


Loading...

Loading...

[Ikuti LinkarNews.Com Melalui Sosial Media]






Loading...