Hukum

Polda Riau Ekpose Gagalkan Peredaran 55 Kg Sabu dan 46.718 Butir Pil Ekstasi

Polda Riau Ekpose Gagalkan Peredaran 55 Kg Sabu dan 46.718 Butir Pil Ekstasi

 

linkarnews.com - Polda Riau mengekspos pengungkapan kasus pengedaran narkotika yang diungkap jajaran Polres Bengkalis, Rabu (2/5/2018).

 

Kasus ini diungkap di dua lokasi pada Rabu (25/4) lalu. Polisi menyita 55 kilogram sabu-sabu dan 46.718 butir pil ekstasi warna pink.

 

Kapolda Riau, Irjen Pol Nandang mengatakan bahwa barang bukti tersebut ditangkap dari tiga orang pelaku berinisial AN (27), DP (25) dan JU (25). Ketiga warga Bengkalis.

 

"Ketiga tersangka adalah kurir yang diberi upah Rp10 juta sekali bawa barang (sabu). Namun penerima barang tersebut masih kita buru," kata Nandang.

 

Dia mengaku, pengungkapan kasus narkoba kali ini terbesar sepanjang 2018 yang dilakukan oleh Polda Riau. Hal ini menjadi suatu prestasi bagi Polda Riau.

 

Nandang menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut dilakukan oleh Polsek Kota Bengkalis dan Satresnarkoba Polres Bengkalis berdasarkan laporan masyarakat.

 

"Awalnya Polsek Kota Bengkalis mendapat informasi bahwa ada pelaku yang membawa sabu-sabu di Pelabuhan Roro Bengkalis tujuan Pekanbaru," kata Nandang.

 

Setelah dilakukan penyelidikan, petugas berhasil menangkap dua orang pelaku yakni DP dan JU yang saat itu sudah berada di dalam mobil travel akan berangkat ke Pekanbaru.

 

Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan 25 bungkus sabu-sabu dalam bentuk kemasan kopi Cina dalam tas koper dan 4 bungkus ekstasi di kotak blender.

 

"Pengakuan tersangka DP, barang bukti itu diperoleh dari pelaku lain berinisial R dan pemilik barang berinisial JF alias TO. Kedua pelaku ini masih kita buru atau dalam daftar pencarian orang (DPO)," kata Nandang.

 

Selanjutnya petugas, kata dia, langsung melakukan pengembangan. Lebih kurang satu jam setelah itu, petugas menangkap tersangka AN di Jalan Imam Bulkim di Desa Pasiran Bantan, Bengkalis.

 

Petugas menggiring AS untuk menunjukkan rumah seorang DPO berinisial RO diduga pemilik barang di Desa Jangkang.

 

Namun, sesampainya petugas di lokasi pelaku telah melarikan diri. Selanjutnya petugas melakukan penggeledahan.

 

"Dari hasil penggeledahan di rumah RO (DPO), ditemukan 30 bungkus sabu-sabu dan ekstasi 5 bungkus. Bentuk barang bukti sama dengan yang ditangkap di lokasi pertama. Karena kita duga ini satu jaringan internasional," jelas Nandang.

 

Dia mengatakan, pelaku yang masih diburu sebanyak tiga orang berinisial RO, JF dan FI. Ketiga pelaku ini diduga sebagai penerima barang dari luar negeri.

 

Modus para pelaku menyelundupkan 25 sabu-sabu tersebut, dimasukkan ke dalam tas koper, kotak blender dan tas ransel. Barang tersebut dibawa dari Malaysia menuju Bengkalis dan tujuan akan diedarkan di Pekanbaru.

 

Sedangkan barang bukti 30 kilogram sabu-sabu disimpan di dalam rumah terlebih dahulu sebelum diedarkan di wilayah Palembang.

 

"Seluruh barang bukti sabu-sabu 55 kilo ini senilai Rp55 miliar. Sedangkan 46.178 ekstasi senilai Rp1 4 miliar lebih. Artinya kita bisa mencegah 321 ribu orang dari bahaya sabu dan ekstasi," kata Nandang.

 

Sementara itu, kata dia, ketiga tersangka yang ditangkap ini ada yang mengaku sudah beberapa terlibat penyelundupan narkoba ke Riau tersebut. Mereka diberikan upah yang cukup besar setelah berhasil mengantarkan barang tersebut.

 

"Kasus ini masih dilakukan pengembangan. Kita akan terus berupaya mengantisipasi masuknya narkoba ke Riau," tegas Nandang.

 

Terhadap tiga orang pelaku yang ditangkap ini, dijerat dengan Pasal 114 Jo Pasal 112 Jo Pasal 132 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika diancam hukuman mati. (RA)


[Ikuti LinkarNews.Com Melalui Sosial Media]