Metropolis

'Jondul' dan Sekelumit Cerita Malam Dingin Didalamnya

ilustrasi
 
linkarnews.com - Seperti layaknya di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya. Di Pekanbaru terdapat sebuah perkampungan yang 'fenomenal' mereka menyebutnya dengan nama Jondul. Terletak di ujung timur Jalan Kuantan Pekanbaru. Hasil investigasi tim media di lapangan, Sabtu (14/04/2018)
 
Sebetulnya tidak ada yang spesial dengan perkampungan ini, kasat mata kehidupan disini terlihat sangat biasa-biasa saja seperti dikawasan perumahan lainya di Kota Pekanbaru. Namun ada sisi lain yang terlihat ketika kami menyusuri jalanan gang demi gang yang terdapat di kawasan ini. 
 
Seorang wanita usia remaja menjelang dewasa duduk santai dengan penampilan layaknya 'wanita malam' menawari untuk mampir.
 
"mas, mampir dulu dong..", goda wanita seksi itu dengan penuh harap kami mampir.
 
Belakangan kami tau ternyata mereka menjajakan diri untuk dibelai dengan tarif sesuai negosiasi. hal serupa juga kami temui di beberapa rumah di perumahan tersebut.ternyata kami sedang berada di perumahan yang merupakan 'sarangnya' kupu-kupu malam dan tempat transitnya para lelaki 'hidung belang"
 
kamipun berusaha untuk menggali informasi tentang geliat wanita penjaja seks di daerah ini, seperti halnya seorang wanita penjaja seks yang kami temui mencoba untuk bercerita tentang balada wanita Jondul.
 
mereka umumnya bukanlah asli pekanbaru sebagian berdomisili di Perumahan itu dan ada juga dari kampung sebelah yang tidak terlalu jauh dari panti (sebutan tempat peraduan mereka dengan para lelaki hidung belang).
 
"Kami bukan asli orang sini Bang, hampir semuanya berasal dari Pulau Jawa, "kata salah seorang wanita yang kami temui tanpa mau menyebutkan namanya
 
Aktifitas disini mulai menggeliat dari sore hingga tengah malam menjelang pagi. Lita misalnya salah stu wanita malam yang kami jumpai mengatakan soal Tarif yang ditawarkan sekitar 300 Ribu hingga maksimal 1 Juta Rupiah.
 
 "Kalau ada pelanggan, kami bawa ke panti Rp 300 ribu short time, untuk longtime Rp 750 ribu sampai pagi," ujar Lita, saat ditemui di tempat mangkalnya, Sabtu (14/04/2018) Dini hari.
 
Bersama teman seprofesinya, dia menunggu pria hidung belang yang lewat untuk singgah mendekatinya. 
 
Meski tinggal di perumahan Jondul pelanggan juga boleh membawa mereka ke hotel atau rumah pelanggan.
 
"Tergantung permintaan pelanggan, kalau di panti kami kan lebih aman, tapi kalau diajak ke hotel boleh juga lah, tapi rumah kami tak kalah dengan hotel, ada AC juga bang," katanya.
 
Lita tak menaruh tarif yang saklek. Jika sepi pelanggan, ia juga berani banting harga hingga Rp 200 ribu. "Ya tergantung mami, kalau mami setuju bisa murah, tawarlah sama mami kita mas," ungkapnya.
 
Mami yang dimaksud merupakan orangtua angkat para wanita malam yang mendapat fee dari pembookingan mereka. "Kalau short time kan Rp 250 ribu, kami dapat Rp 150 ribu, untuk mami Rp 100 ribu, kalau longtime Rp 750 ribu, kami dapat Rp 300 ribu, mami dapat 400 Ribu," cetus Lita.
 
Pekerjaan mereka tak semulus yang dibayangkan banyak orang, terkadang semalaman juga tidak ada yang menghampiri. Janda satu anak ini tidak pernah menyerah demi memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.
 
"Demi anak Bang, gak ada pekerjaan lain," tandasnya./Q*


Loading...

Loading...

[Ikuti LinkarNews.Com Melalui Sosial Media]






Loading...