Nasional

Komisi I DPRD Akan Panggil Facebook Rabu Mendatang, Terkait Bobolnya Data Pengguna

Komisi I DPRD Akan Panggil Facebook Rabu Mendatang, Terkait Bobolnya Data Pengguna

 

linkarnews.com - DPR RI akan panggil pihak Facebook terkait kasus bobolnya data pengguna Facebook di Indonesia. Rencananya, Facebook akan dipanggil pada hari Rabu (11/4/2018) mendatang.

 

"Nanti hari Rabu kita panggil di Komisi I, kita akan minta pertanggungjawaban, kita selidiki dan seterusnya. Nanti kita bantu Menkominfo untuk supaya bisa berani untuk berhadapan dengan medsos internasional ini," kata Anggota Komisi I dari Fraksi PKS, Sukamta di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (7/4).

"Dan kalau diperlukan sekali lagi kita dorong Kepolisian karena perangkat hukumnya sebenarnya sudah ada di UU ITE itu. Dan polisi sudah punya Divisi Siber mudah-mudahan polisi juga akan segera bisa turun tangan di situ," tambahnya.

Akibat bobolnya data ini, DPR dan pemerintah di dorong untuk membuat aturan baru. Sukamta menyesalkan pemerintah tidak tanggap karena belum mengajukan adanya undang-undang terkait.

"RUU ini seharusnya kewajiban pemerintah berdasar kesepakatan dengan DPR. Harusnya Januari kemarin kita tunggu Februari, ini ternyata belum muncul juga diajukan pemerintah prolegnas. Sementara ini sudah muncul kejadian yang sangat serius seperti ini," ucapnya.

"Maka sangat penting pemerintah punya tools, punya alat punya peraturan yang bisa dipakai untuk memaksa semua pihak yang terkait untuk melakukan penghentian aksinya kemudian membukanya. Intinya adalah perlindungan kepada data datanya Indonesia," jelas Sukamta.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan siaran pers Facebook, Rabu (4/4/2018), mereka mengakui bahwa terdapat 87 juta data yang dimungkinkan disalahgunakan oleh Cambridge Analytica.

Dari 87 juta data yang kebobolan, sebagian besar adalah pengguna Facebook dari Amerika Serikat atau sekitar 81,6 persen data disalahgunakan. Selain Amerika Serikat, ada beberapa negara termasuk Indonesia.

Indonesia masuk urutan ketiga data yang disalahgunakan. Sekitar 1,3 persen dari 87 juta. Di atas Indonesia, ada Filipina yang kemungkinan besar. Penyalahgunaan data pengguna dari negeri itu sekitar 1,4 persen. Selain ketiga negara itu di antaranya Inggris, Mexico, Kanada, India, Brazil, Vietnam, dan Australia.

Namum, Sukamta tak yakin data yang bobol di Indonesia sekitar 1,3 juta saja. Sebab, baginya pengguna Facebook melebihi 130 juta pengguna.

"Karena kita tidak tahu kok satu juta itu keterangan Facebook. Apakah betul betul satu juta atau sebenernya 50 persen dari pengguna Facebook yang lebih dari 130 juta itu. Nah kita tidak tahu," ujarnya. (***)

 

 

 

 

 

sumber: Merdeka


Loading...

Loading...

[Ikuti LinkarNews.Com Melalui Sosial Media]






Loading...