LifeStyle

Berfoto di Jalan Tol, Syahrini Bisa Kena Penjara 18 Bulan

linkarnews.com - Aksi Syahrini melakukan sesi pemotretan di pinggir jalan tol di Surabaya disesalkan PT Jasa Marga. Syahrini disebut melanggar Undang-Undang No 38 Tahun 2014 tentang Jalan.
 
"Menurut aturan UU No 38 Tahun 2004 tentang Jalan, setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan di dalam ruang manfaat jalan," kata AVP Corporate Communication PT Jasa Marga, Dwimawan Heru Santoso, saat dimintai konfirmasi detikcom lewat telepon, Rabu (7/3/2018).
 
"Terkait hal ini, penggunaan bahu jalan hanya digunakan untuk keperluan darurat. Jika ada pengguna jalan berfoto-foto di bahu jalan, yang bersangkutan membahayakan dirinya sendiri dan pengguna jalan lain," sambungnya.
 
Pelanggaran yang dilakukan Syahrini tertuang dalam Pasal 12 ayat 1 UU Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan. Ketentuan pidananya diatur dalam Pasal 63 yang berbunyi, 'Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kegiatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan di dalam ruang manfaat jalan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (1), dipidana dengan pidana penjara paling lama 18 (delapan belas) bulan atau denda paling banyak Rp 1.500.000.000,00 (satu miliar lima ratus juta rupiah)'.
 
Saat ditanya apakah Syahrini diberi izin untuk sesi pemotretan di tol tersebut, Dwimawan meminta hal tersebut ditanyakan langsung kepada pihak terkait.
 
"Agar ditanyakan ke pengelola tol tersebut, ruas Waru Juanda PT CMS," ujarnya.
 
Pemotretan Syahrini di jalan tol di Surabaya ini ramai dibahas karena ada petugas yang menjaga lalu lintas di lokasi. Netizen mengkritik foto tersebut karena dinilai membahayakan dan melanggar aturan. (q*)
 
 
 


Loading...

Loading...

[Ikuti LinkarNews.Com Melalui Sosial Media]






Loading...