Kampanye Dialogis Cagub Riau 2018

Chaidir : Firdaus-Rusli Kombinasi Umara dan Ulama

DR. Drh. H. Chaidir MM, Ketua Koalisi Firdaus-Rusli
 
linkarnews.com - Propinsi Riau saat ini butuh pemimpin yang berani dan punya visi untuk kemajuan Riau kepedannya.
 
Figur kepemimpinan yang seperti itu, hanya ada pada figur pasangan Firdaus- Rusli Effendi.
 
Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Tim Koalisi Partai pendukung Firdaus-Rusli Effendi saat Kampanye Dialogis Pasangan calon nomor urut 3 di Jalan Unggas, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Tenayan Raya Pekanbaru.
 
Chaidir menyebutkan, Riau tidak bisa mengandalkan pemimpin yang penakut dan tidak berani dalam membuat keputusan untuk memajukan daerah. 
 
''Untuk apa memilih pemimpin yang menyelesaikan pembangunan jembatan Siak IV saja tidak tuntas,'' ungkap Chaidir.
 
''Firdaus-Rusli tak hanya akan menuntaskan persoalan Siak IV. Namun juga akan membangun jembatan Siak V. Membuka akses wilayah yang belum terbuka guna membangkitkan nilai ekonomi kawasan. Kita tak boleh hidup dalam bayang-bayang. Kita harus membangun dan maju dengan tujuan yang jelas dan pasti,'' ungkap Chaidir.
 
Dia mencontohkan Firdaus adalah sosok pemimpin visioner dan berani. ''Ketika Pak Firdaus membangun Tenayan, banyak yang mencemeeh. menganggap itu hanya mimpi dan sesuatu yang tidak ada untungnya. Tapi kini, Kompleks perkantoran Tenayan Raya sudah berdiri. Kini Tenayan Raya sudah menjadi kota sendiri dan ekonomi pun kini tumbuh menggeliat di sana,'' ungkap Chaidir.
 
 
''Bayangkan, kini, harga tanah di Tanayan Raya sudah naik beribu-ribu kali lipat. Masyarakat Tenayan Raya kini mendapat untung dan berkah dari pembangunan di Tenayan Raya,'' imbuh politisi senior itu.
 
 
Chaidir mempersilahkan masyarakat Pekanbaru dan Riau untuk melihat sendiri bagaimana gelit Tenayan Raya saat ini. ''Silahkan, Bapak-bapak dan ibu lihat sendiri bagaimana kini Tenayan Raya, pertumbuhan wilayahnya, kehidupan masyarakatnya, semua bangkit dan berkembang. Pasangan Firdaus Rusli juga akan membangun wilayah Riau lainnya menjadi kawasan yang maju secara merata dan berkeadilan,'' kata dia.
 
Chaidir juga menyinggung tentang persoalan penanganan banjir yang tidak tuntas. Bukan dikarenakan kebijakan pemerintah kota di bawah kepemimpinan Firdaus, melainkan karena sulitnya melakukan koordinasi antara Pemko Pekanbaru dan Pemprov Riau. 
 
Drainase itu sudah dirancang di masa kepemimpinan Pak Firdaus di Dinas Pekerjaan Umum Riau, tapi tak dilanjutkan dan terhenti pembangunannya selama beberapa tahun terakhir. Itulah yang menyebabkan saat ini, beberapa kawasan dilanda banjir. 
 
Kondisi itu juga tidak sepenuhnya bisa tertanggulangi karena keterbatasan kekuatan anggaran pemerintah kota tidak dibantu oleh anggaran dari provinsi (***)


Loading...

Loading...

[Ikuti LinkarNews.Com Melalui Sosial Media]






Loading...