Hari Anti Narkoba Internasional 2015

Bujang Dara Bacakan Ikrar Anti Narkoba

illustrasi

linkarnews.com - Sembilan pasangan Bujang dan Dara membacakan ikrar antinarkoba dalam kegiatan yang digelar Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau yang dipusatkan di GOR Tribuana Pekanbaru, Minggu (20/9/2015) pagi

Kegiatan yang digelar BNNP Riau dalam menyemarakkan Hari Anti Narkotika Internasional 2015 itu juga diisi dengan jalan santai, yang diikuti ratusan orang dari berbagai kalangan. Para peserta yang berada di barisan depan bersama-sama memegangi spanduk yang menyuarakan semangat pemberantasan narkoba.

Selain itu, beragam pertunjukan kesenian dipersembahkan oleh Satuan Pencegahan, Pemberantasan, Penggunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Mereka menampilkan tari-tarian dari berbagai daerah yang ada di Indonesia.

Saat pembacaan ikrar, sembilan pasang Bujang dan Dara Duta Anti Narkoba BNNP Riau menyatakan mereka menyadari besarnya bahaya penyalahgunaan narkoba yang berdampak buruk bagi kesehatan, hukum, moral, agama, sosial budaya, ekonomi bahkan hidup berbangsa dan bernegara.

Bujang dan Dara juga menyadari bahwa saat ini penyalahgunaan narkoba telah mengancam seluruh lapisan masyarakat khususnya di Provinsi Riau.

Tak hanya itu dalam ikrarnya Bujang Dara menyadari untuk mengatasi hal tersebut, mereka harus melakukan upaya pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba di tengah-tengah masyarakat. Mereka akan mensosialisasikan bahaya narkoba kepada para remaja di Bumi Lancang Kuning.

Para Bujang dan Dara ini sendiri berasal dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Provinsi Riau, yang terpilih melalui seleksi oleh BNNP Riau

Hadir dalam kegiatan tersebut para petinggi instansi pemerintahan. Antara lain perwakilan dari Polda Riau, Korem 031/Wirabima, Lanud Roesmin Nurjadin, lembaga pemasyarakatan, Kepala BKD Riau, serta pihak-pihak yang bekerjasama. Asisten I Setdaprov Riau Ahmadsyah Harrofie, yang datang mewakili Plt Gubernur Riau, mengatakan pemerintah provinsi akan terus mendukung program-program pemberantasan narkoba.

“Pemerintah Provinsi Riau berkomitmen akan lebih memperkuat kordinasi dalam rangka mencegah peredaran narkoba di Bumi Lancang Kuning, serta membasmi para pengedar yang berkeliaran,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BNNP Riau Kombes Pol. Ali Pranaka mengemukakan, peredaran Narkoba di Provinsi Riau telah cukup mengkhawatirkan. Karena itu, dalam kegiatan ini BNNP Riau coba merangkul berbagai kalangan untuk menyatukan tekad dalam memberantas peredaran barang haram tersebut.

“Selain itu melalui kegiatan ini kami dari BMNP Riau coba mengedukasi masyarakat tentang bahaya narkoba serta mengubah persepsi masyarakat tentang pengguna narkoba,” ujarnya.

Ia menjelaskan, ada tiga persepsi masyarakat terhadap pengguna narkoba, seperti hanya sekadar pengguna atau juga bisa saja sekaligus pengedar. Ali menilai masyarakat saat ini masih banyak yang salah persepsi tentang pengguna narkoba.

Ia katakan, masyarakat kebanyakan menilai pengguna narkoba adalah penjahat. Padahal semestinya pengguna narkoba ini dirangkul untuk dibina, direhabilitasi, karena mereka juga adalah korban. Agar para pengguna narkoba ini agar dapat lepas dari jerat narkoba, perlu dukungan yang serius dari segenap elemen masyarakat. Bukan malah mengucilkan mereka.

"Kita dapat melihat pada pelaksanaan kegiatan hari ini semua masyarakat berbaur menjadi satu tanpa ada terlihat perbedaan, sementara sebenarnya di antara mereka ada pihak-pihak yang dulunya menjadi korban dari narkoba," ungkap Ali.***


[Ikuti LinkarNews.Com Melalui Sosial Media]