Riau

APBD Riau Di Depositokan Ke Bank Berjumlah Rp 5,4 Triliun

illustrasi

linkarnews.com - Anggaran APBD Riau 2015 ternyata banyak yang didepositokan di bank. Sejak bulan Agustus 2015 lalu, terhitung jumlah APBD yang didepositokan berjumlah Rp 5,4 triliun.

Anggaran yang didepositokan tersebut diketahui terdapat di tiga bank, di antaranya adalah, di Bank Riau Kepri, Bank Tabungan Negara (BTN), dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Di antara tiga bank tersebut, dana yang paling banyak tersimpan adalah di Bank Riau Kepri, yakni sebanyak Rp 4,5 triliun. Kemudian di BRI Rp 500 miliar, dan di BTN Rp 400 miliar. Sementara, serapan anggaran APBD 2015 hingga saat ini masih sangat minim.

Anggota Komisi D DPRD Riau, Abdul Wahid mengatakan, harusnya ditengah minimnya serapan anggaran, pihak Pemprov Riau mendorong agar anggaran tersebut dimaksimalkan pembelanjaannya.

Ditambahkannya, dana APBD seharusnya tidak boleh didepositokan, terutama pada saat anggaran APBD masih minim realisasinya. Sehingga perekonomian masyarakat bisa terbantu dengan realisasi APBD tersebut.

“APBD selayaknya tidak boleh didepositokan. Tapi harusnya dibelanjakan dengan maksimal, karena APBD tersebut fungsinya juga untuk menunjang perekonomian masyarakat,” kata Wahid kepada Tribun, Jumat (18/9/2015).

Diakui Wahid, sebagian anggaran yang didepositokan tersebut tidak bisa dibelanjakan karena merupakan bagian dari Silpa, yang masuk juga menjadi bagian dari APBD Perubahan 2015. Sementara APBD Perubahan tersebut hingga saat ini belum dibahas.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Riau, Aherson juga mengakui adanya APBD yang didepositokan di sejumlah bank yang angkanya cukup besar, dan yang paling besar di Bank Riau Kepri.

Karena itu, pihaknya akan memanggil pihak Badan Pengelola Keuangan Anggaran Daerah (BPKAD) dalam waktu dekat. Tidak hanya BPKAD, menurut Aherson pihaknya juga akan mengundang pihak bank, tepat disimpannya dana tersebut. Karena pihak BPKAD akan beralasan kalau mereka tidak memiliki data.

“Kita akan mengundang pihak-pihak terkait, termasuk bank tempat disimpannya anggaran tersebut. Karena BPKAD biasanya akan beralasan mereka tidak punya data, karena data tersebut ada di bank. Kalau mereka mau jujur, harusnya rekening korannya kan ada dikasih bank tiap bulannya, dari situ sebenarnya bisa dicek. Kita juga akan telusuri apakah bunga deposito ini ada dinikmati pihak tertentu atau tidak,” ujarnya ***


Loading...

Loading...

[Ikuti LinkarNews.Com Melalui Sosial Media]






Loading...