China Berusaha Hapus Reputasi Sebagai Pusat Karya Seni Tiruan
China Karya Seni Tiruan

China Berusaha Hapus Reputasi Sebagai Pusat Karya Seni Tiruan

Selasa, 18 Desember 2018|17:58:32 WIB



linkarnews.com - Tangan Ma Chunyan tampak mengenggam lukisan terkenal Vincent Van Gogh tentang visi alam mimpinya tentang langit malam yang berjudul “The Starry Night” (Langit Bertabur Bintang).

Namun apa yang ada dalam genggaman artis China berusia 32 tahun ini sebenarnya adalah lukisan tiruan seharga $145. Lukisan tiruan itu dibuat oleh Ma dalam satu hari yang bersumber dari gambar yang ada dalam telepon selularnya, bukan karya seni asli Van Gogh yang diperkirakan bernilai lebih dari $100 juta.

Seperti dilansir Reuters, Ma adalah salah satu dari 8.000 pelukis yang membuat luksian tiruan hasil karya seni Barat di Dafen, sebuah distrik kecil namun padat penduduk di bagian selatan kota Shenzhen, tak jauh dari Hong Kong.

Dahulunya desa ini tidak banyak diketahui dan dihuni oleh 300 petani yang menanam padi, Dafen menjadi pusat lukisan tiruan internasional dalam jangka waktu singkat setelah mantan pemimpin China, Deng Xiaoping, membuka ekonomi China pada 1978. Kota ini berkontribusi pada 75 persen lukisan minyak tiruan yang ada di dunia.

Ada 1.200 galeri dan usaha karya seni di China, yang mempekerjakan sebanyak 20.000 orang. Penerimaan yang dihasilkan pada 2017 mencapai $601 juta.

Namun, saat China merayakan 40 tahun keterbukaan ekonominya pada Selasa (18/12), Dafen mempertimbangkan kembali hasil penerimaannya, yang telah berkurang sejak terjadinya krisis keuangan global pada 2008. Sejak saat itu permintaan akan karya seni tiruan dari negara-negara asing mengalami penurunan dan tidak pernah kembali ke tingkat asal.

Menurunnya pesanan dari luar negeri telah mendorong pemerintah daerah setempat untuk mengubah Dafen menjadi penghasil karya seni asli.

Sayangnya tidak mudah untuk mencapai keberhasilan, di tengah menurunnya permintaan akan hasil karya seni asli dari Dafen. Selain itu, hanya sedikit artis yang tertarik untuk menciptakan hasil karya seni asli.

Untuk menarik minat para artis, Dafen telah menanamkan modal sebesar 100 juta yuan atau $14,5 juta dalam bentuk museum seni dan membangun 268 apartemen untuk menampung para pelukis yang tinggal di sana. Kota itu saat ini memiliki 300 artis dengan fokus untuk menciptakan karya seni asli.

Meskipun demikian, Chen Jinqyang, seorang artis yang menciptakan karya seni asli dan tinggal di Dafen selama 12 tahun, tidak terlalu optimis tentang masa depannya.

“Para pemborong tahu pasar di sini dulu terkenal akan karya seni tiruan, dan ini adalah pasar untuk produk dengan harga terjangkau, jadi tidak banyak yang datang untuk mencari lukisan-lukisan asli,” ujar Chen.







Berita Terkait

Baca Juga Kumpulan Berita Dunia

MORE

MOST POPULAR ARTICLE