Ayat Cahyadi: Pekanbaru Bersih Bisa Kok...!
Plt Walikota Pekanbaru H. Ayat Cahyadi, S.Si

Ayat Cahyadi: Pekanbaru Bersih Bisa Kok...!

Senin, 05 Maret 2018|22:44:08 WIB



linkarnews.com - Dipelbagai kota besar akhirnya sampah menjadi polemik dan persoalan besar dalam penataan kota. Di jakarta misalnya Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang ada dibeberapa isolasi tempat di pinggiran kota seperti TPA Sumurbatu-Batargebang misalnya, dari tahun ke tahun mengeluhkan akan membludaknya volume tumpukan sampah.
 
Skenario-skenario penanganan sampah dilakukan untuk mengurai persoalan yang berefek ke beberapa program lain dalam pencapaian vissi-misi pemerintah. Beberapa program-program ditawarkan bahkan secara politik digulir menjadi program seksi kota. 
 
Tidak kalah perhatian, Pekanbaru sebagai kota metropolitan akhirnya juga berjumpa dengan persoalan dan kepailitan dalam penyelesaian persoalan sampah, digulir dari periode-periode hingga tidak jarang dijadikan sebagai program unggulan pemeritahan kota.
 
 
Usaha-usaha untuk menyelesaikan persoalan ini tentu secara sistematis juga dilaksanakan dikota ini. Menjaga kebersihan kota tentu akan menjadi jargon dasar dalam membebaskan kota ini dari tumpukan-tumpukan sampah. Melalui dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pemko Pekanbaru melakasanakan usaha swatanisasi jasa pengangkutan sampah lingkungan kepada seluruh masyarakat kota pekanbaru baik di lingkungan masyarakat biasa, perkotaan ataupun perumahan-perumahan. 
 
 
Dilakukukannya sosialisasi untuk tidak membuang sampah sembarangan pada waktu yang ditetapkan ( 06:00 – 18:00). Selain itu, DLHK juga menempatkan puluhan Satgas Kebersihan di beberapa titik-titik tertentu. Penempatan Satgas Sampah tersebut bertujuan untuk memantau masyarakat yang membuang sampah tidak pada waktu dan tepat.
 
Jika kedapatan sanksi sesuai Peraturan Daerah (Perda) nomor 8 tahun 2014 tentang pengelolaan sampah, masyarakat yang membuang sampah sembarangan bisa dikenakan sanksi denda sebesar Rp2.500.000,- hingga Rp. 50.000.000 yang direncanakan akan diterapkan.
 
Mobil Sampai mengangkut sampah dilingkungan Masyarakat Kota Pekanbaru
 
Ayat Cahyadi, S.Si juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan karena akan menyebabkan banjir, disebabkan rusaknya aliran sungai, drainase ataupun parit lingkungan.
 
“Kalau bukan kita yang menjaga lingkungan dan kebersihan, lalu siapa lagi. Saya berpesan kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan baik di aliran sungai, drainase ataupun parit yang bisa menyebabkan banjir,” Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi.
 
Menjadi tugas utama dalam bidang kebersihan bagi Pemko Pekanbaru karena seringnya mengalamai persoalan banjir.tentu masyarakat juga harus bisa mendukung program-program dari Pemko Pekanbaru.
 
“Kalau program yang akan kami lakukan tidak didukung masyarakat, gimama persoalan banjir akan dituntaskan. Kita sudah bekerja dan gotong royong, tapi kalau masyarakat masih buang sampah sembarangan, ya banjir masih akan terus terjadi,” tegasnya sembari menyerukan mari tingkatkan kesadaran mencintai lingkungan dan bagi perangkat pemerintahan dari bawah agar memberikan edukasi kepada masyarakat.
 
 
Melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru beberapa waktu lalu menggelar kampanye peduli sampah sempena Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2018. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengkampanyekan agar masyarakat tidak membuang sampah sembarang tempat.
“Mari kita mulai dari rumah kita sendiri mengolah sampah menjaga kebersihan. Dengan begitu kota kita akan bersih, asri dan nyaman. ‘Pekanbaru Bersih, Bisa Kok’,” kata Plt Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi dalam kesempatan tersebut.
 
 
Pelaksanaan HPSN ini dilakukan tidak hanya satu hari saja, tetapi diperingati selama tiga bulan, sebagaimana Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor SE.1/MenLHK/PSLB3/PLB.0/1/2018 tentang Kerja Bersama untuk Peningkatan Penanganan Sampah dalam Rangka Hari Peduli Sampah 2018, yang berlangsung mulai tanggal 21 Januari hingga 21 April 2018.
 
 
Selain berkampanye, pada peringatan HPSN ini juga dilaksanakan berbagai kegiatan, yaitu senam sehat, Coaching Clinic (Komposting dan Biopori, Bank Sampah), penukaran sampah dengan bibit tanaman, Operasi Tangkap Tangan (OTT) Peduli Sampah berhadiah bagi yang membuang sampah dengan kesadarannya, Aksi Pungut Sampah, Atraksi Sekolah Adiwiyata bertema lingkungan, pameran produk-produk yang berasal dari sampah seperti kompos, kerajinan daur ulang, adibusana daur ulang dan foto booth serta penandatangan komitmen semua yang hadir tentang kepedulian terhadap sampah.
 
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Zulfikri
 
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Zulfikri dalam sambutannya juga mengatakan, persoalan sampah merupakan permasalahan serius yang sedang dihadapi pemerintah saat ini, sehingga pemerintah menerbitkan regulasi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, serta Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2013 tentang Sampah Rumah Tangga, dan Sampah Sejenis Rumah Tangga.
 
 
 
“Dalam Perpres Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan Nasional Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga, maupun berbagai kegiatan lainnya seperti pengembangan bank sampah, sampah menjadi energi, serta berbagai kegiatan kemasyarakatan lainnya,” ujarnya.
 
 
Untuk itu, Zulfikri mengajak masyarakat kota Pekabaru untuk peduli dengan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya. Dengan begitu, kebersihan tetap terjaga dan yang diuntungkan adalah masyarakat itu sendiri. “Kita juga selalu ingatkan warga soal sampah yang bisa ancaman untuk kesehatan. Karena itu kita budayakan buang sampah pada tempatnya,” imbuhnya.
 
 
Plt Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi, mengatakan jika langkah menswastanisasi kan jasa angkut sampah ini nantinya bisa membuahkan hasil yang diinginkan oleh Pemko Pekanbaru salah satunya meraih piala adipura, selain tetap menjaga kebersihan dan menghindari tumpukan sampah yang sering dikeluhkan masyarakat.
“Beberapa tahun belakangan ini Pemko Pekanbaru tidak mendapatkan Piala Adipura. Dan tahun ini (2018,red) kita targetkan piala tersebut bisa kita rebut kembali,”kata Ayat.
 
 
Untuk kembali meraih piala adipura, Pemko Pekanbaru sangat berharap partisipasi dan kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya serta sesuai dengan waktu yang telah di Perdakan. “Selama ini ketaaan waktu membuang sampah pada tempat dan jamnya kurang dipahami oleh masyarakat,” imbuhnya.
 
Dengan terciptanya kesadaran bersama antara masyarakat dan Pemerintah, kata Ayat, dirinya yakin apa yang dinginkan akan tercapai. “Kemaren Pemerintah bersama masyarakat berkomitmen untuk menjaga kebersihan kota di area Car Free Day (CFD), itu yang harus kita implementasikan,” ujarnya.
 
Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Pekanbaru, Zulfikri juga optimis Pekanbaru bisa kembali meraih penghargaan piala adipura yang sempat lepas tahun lalu dan kembali membawa pulang penghargaan kebersihan. “Kami optimis Pekanbaru bisa kembali mendapatkan penghargaan piala adipura. Untuk itu, kami sangat berharap masyarakat bisa menjaga kebersihan,” pungkasnya.
 
Di tengah kegiatan, DLHK mengajak masyarakat untuk mau memilih sampah mereka sendiri dan membuangnya pada tempat yang telah disiapkan.
 
 
“Semoga dengan upaya ini dapat menggugah kesadaran pedagang untuk peduli dengan sampah mereka sendiri,” ujarnya pada arena Car Free Day (CFD). 5/4/2019.
Ditambahkannya, sebenarnya sampah bukan hanya untuk dibuang saja, tapi juga punya nilai ekonomis.
 
“Dengan adanya aksi ini mereka bisa melakukan daur ulang terhadap sampah mereka sendiri,” imbuhnya. 
Kedepan kita harapkan banyak program jitu untuk menyelesaikan persoalan sampah sehingga tidak lagi menjadi persoalan yang menghantui masyarakat kota dari tahun ketahunnya. Seperti program bank sampah, kampanye jaga lingkungan dan sebagainya. (Advertorial / Diskominfo Kota Pekanbaru)
 






Berita Terkait

Baca Juga Kumpulan Berita Metropolis

MORE

MOST POPULAR ARTICLE